Rabu, 02 September 2009

email teman saya semalem dan kewajiban saya hari ini



Teman saya ada yang mengirim email, panjang dan lebar semalem.
Outline nya ;"Beni, antum harus memilih... tidak ada pilihan in between disini.... Keraguan adalah hanya milik orang yang lemah iman dan terlalu meletakkan pikirannya yang lemah didepan keyakinan hati nuraninya yang suci. Sami'na wa Atho'na..... Ada hal2 yang memang sudah merupakan porsi otak, dan banyak juga diantaranya yang sudah ditakdirkan untuk menjadi porsi hati, porsi keimanan.
Syariah islam harus ditegakkan oleh pemerintahan yang haq. Tidak perlu cemas bagi pemeluk agama lain, sebagaimana dulu pemeluk agama yahudi dan nasrani diberlakukan dengan sangat mulia sewaktu Futhul Makkah...."

Lalu saya merentang-rentang pikiran.....,
Orang "islam" mengebom, meluluh lantak kan di Peshawar, di Jakarta, di Islmabad... untuk mengirimkan pesan yang kuat kepada musuhnya...
Orang "katolik" menembak musuh2nya secara licik dan pengecut dari jendela2 tinggi di jalanan Belfast...
Orang "Hindu" mengacung-acungkan parang dan menebas dengan gemas di pelataran kuil Ayodya...

Saya kemudian, menjadi semakin tidak mengerti.... tidak paham....
Saya hanya membayangkan paragraf diatas kemudian akan berlanjut dengan ;
Syariat Islam ditegakkan, jangan khawatir bagi pemeluk lain....
Peraturan Katolik dipakai sebagai dasar negara dan doa litani dipakai sebagai lagu kenegaraan , jangan khawatir bagi pemeluk lain...
Darma Budha dipakai sebagai peraturan resmi negara dan ukuran baik buruk benar salah di perundangan negara akan diukur dari padanya, jangan khawatir bagi pemeluk lain....

Kemudian (masih dalam banyangan saya) semua berfokus untuk mewujudkannya sesegera mungkin perintah suci dari langit tersebut......
kemudian kemungkinan besar ada friksi, timbul ekses..... (apalah yang bisa di jamin dari kerumunan massa? urusan sepak bola di tivi yang bahkan mereka tidak tahu ujung pangkalnya saja, sudah lebih dari cukup untuk alasan bentrok) yang mungkin tidak lagi kita inginkan... yang kemungkinan akan menjadi sangat merugikan....
Kekhawatiran pihak lain tersebut, justru begitu saja muncul, pas ketika kalimat "jangan khawatir bagi pemeluk lain" selesai diucapkan....

Bidadari, mati dengan paras rupawan, burung dari surga dan harum kesturi di janjikan bagi mereka yang berani mati, demi menegakkan hal yang benar dan harus ditegakkan...
Martir dan kehormatan yang paling mulia dari Imam tertinggi akan disematkan kepada yang paling patuh (walaupun itu berarti paling bengis dan mengerikan bagi pihak lain)..
Kemudian semua menjadi terkotak-kotak... tersekat-sekat... dalam golongan, dalam benar salah, dalam kami dan mereka, dalam selamat dan azab....
Kemudian tiba-tiba seorang, segolongan, punya hak dan pembenaran paling benar untuk merasa paling shahih dan karenanya golongan lainnya menjadi paling sesat...
Kemudian nyawa yang satu menjadi halal bagi yang lain.....

Dan saat itu mungkin dari Central Park, dari kubur John Lennon akan lamat2 terdengar lagi lantunan ;

INTRO: C Cmaj7 C F
(The Cmaj7 is a quick pull-off: C C C Cmaj7-C F F F F)

C Cmaj7 C F C Cmaj7 C F
Imagine there's no heaven, it's easy if you try
C Cmaj7 C F C Cmaj7 C F
No hell below us, above us on - ly sky
[F] C/E Dm7 F/C G C G7
Imagine all the people living for today...ahh

Imagine no more countries, it isn't hard to do
Nothing to kill or die for, and no religion too
Imagine all the people living life in peace...you-hoo...

F G C E7
CHORUS: You may say I'm a dreamer
F G C E7
But I'm not the only one
F G C E7
I hope someday you'll join us
F G C Cmaj7 C F...
And the world will be as one

Imagine no possessions, I wonder if you can
No need for greed or hunger, a brotherhood of man
Imagine all the people sharing all the world

CHORUS

OUTRO: Same as intro, end on C


Halah... saya kemudian tersadar... dan ingat bahwa saya harus kembali bekerja... kembali untuk memberanikan hidup dan menghidupi kehidupan saya.... mengurusi ban kanan belakang saya yang sudah gundul dan saya belum punya sisa uang untuk menggantinya, menanti dan berdo'a supaya koran sabtu dan minggu besok berisa pengharapan akan lowongan pekerjaan yang lebih baik, mengingat-ingat pesanan martabak manis anak saya yang harus saya beli nanti sore "Yah..., jangan yang kacang coklat, aku suka yang keju susu, atau keju coklat juga gak papa lah....",

Salam,
Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"

Sent not from my BlackBerry®
powered not by Sinyal Kuat INDOSAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar