Senin, 16 Agustus 2010

Ramalan ttg Rumi


Sekitar sebulan yang lalu -karena baru ganti BB dan belum sempet pindah2in file- istriku minta dikirimin foto Rumi yang ada di BB ku. Dan iseng, foto -spt foto diatas- di up load di FB. Ada beberapa komen dari teman2 mengenai foto tsb. Komen biasa dari teman2 yang memang telah mengenal kami, telah mengenal Rumi sebelumnya.
Tapi ada satu komen yang 'tidak biasa', dari teman istriku. Teman 'baru' yang sebelumnya belum kenal, belum pernah ketemu Rumi. Yang 'katanya' tiba2 saja menulis.. membiarkan tangannya bergerak2 sendiri di keyboard sambil matanya nanar memandang foto Rumi. Semacam keinginan tiba2 yang tak terbendung. Setelahnya baru dia meminta maaf bila apa yang tadi telah ditulisnya ada yang tdk berkenan.

Selengkapnya inilah komen tsb (asli tanpa edit)

"Skr sdh gede ya...anak yg riang, dr mata bathinku melihat anak ini adl anak yg cerdas dan sedikit jahil, bila menginginkan sesuatu dia akan brsh utk mencapainya, "people like" pencipta suasana, dan anehnya biar santai dan jahil dia biasanya ditunjuk sbg pemimpin. Dari bibirnya kelihatan apa yg mau dia mam biasanya tanpa sengaja akan tersedia,Bersyukurlah bu, anak ini akan menjadi "org besar" bila mencapai usia 40 thn hidupnya sdh sukses dan sangat sayang orang tua. Dmnpun dia berada selalu membawa suasana yg menyenangkan. Semoga dan amiiin...:)."



Hehe.. sebenernya ini adalah kali ke dua peristiwa 'peramalan tak diminta' bagi Rumi.
Kali pertamanya adalah sekitar dua atau tiga tahun yang lalu. Sewaktu arus balik, kami memutuskan untuk sholat Ashar di sebuah masjid kecil yang agak sepi (karena agak menjorok ke dalam areal persawahan). Istriku ke kamar mandi dan kemudian sholat, sementara aku rebahan di teras masjid menunggu giliran bergantian dg istriku menjaga Rumi yang berlari2 mengelilingi masjid. Sambil rebahan, aku terlibat percakapan dengan seorang bapak tengah baya yg duduk disebelahku. Dari obrolan kami, aku tahu bapak itu adalah seorang musafir dari lampung, yang setiap tahunya melakukan perjalanan dari Lampung ke masjid Demak dengan berjalan kaki, dan akan ber i'tiqaf di sana selama akhir2 bulan Ramadhan mengharap lailatul qadar. Setelah lebaran dia akan kembali berjalan kaki dari masjid Demak ke Lampung. Di percakapan tersebut aku lebih banyak mendengarkan dia berbicara dan menceritakan perjalanan rutinnya tersebut. Ceritanya terputus ketika istriku selesai sholat, dan giliranku untuk ke kamar mandi dan sholat. Lalu rupanya bapak tersebut melanjutkan bincang2nya dengan istriku.

Setelah selesai sholat, kami bergegas untuk kembali meneruskan perjalanan, agar tidak terlalu malam saat masuk tol Kanci Cirebon. Di mobil istriku cerita bahwa bapak tadi mengatakan hal yang kira2 kurang lebih sama dengan 'ramalan' tadi. Bukan itu saja, bahkan bapak itu juga tau nama lengkapku dan beberapa fakta ttg pekerjaanku. Istriku mengira bahwa memang aku yang menceritakan data2 tsb keorang tsb. Tetapi kami kemudian bertambah heran betapa detail dan tepatnya data bapak tsb ttg ku, tanpa aku pernah pernah sedikitpun memberikannya. Dan juga tak kalah heran dg 'ramalan' nya ttg Rumi.

Dan kini... kami terheran-heran lagi karena 'ramalan' bapak yang dulu itu, mirip sekali dengan 'ramalan' teman istriku itu...

Wallahu a'la bissawab..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar