Minggu, 23 Maret 2008

Rak ke 7


Kolom ini adalah kolom paling atas, dari rak yang paling tinggi dan yang paling awal saya punya.
Isinya adalah ;

# Bagian Umar Kayam

  1. Sri Sumarah / kumpulan cerpen
  2. Para Priyayi / novel
  3. Jalan Menikung / novel / lanjutan dari PP
  4. Mangan ora mangan kumpul / kumpulan esai yang diterbitkan di SKR / Pertama baca buku ini di Bandung, tahun 90an waktu numpang nginep di tempat kost mas nya Fitri. Salah satu temen kostnya punya buku buanyak. Buku yang saya baca disitu dan bertekad akan saya beli begitu punya uang adalah MOMK ini dan komik Chimni si Kung Fu Boy (sayang buku ini gak terbit lagi sehingga gak kebeli)
  5. Sugih Tanpa Banda / idem dito
  6. Madhep Ngalor Madep Ngidul Sugih / idem dito
  7. Satrio piningit ing kampung pingit / idem dito
  8. Lebaran di karet, di karet / kumpulan cerpen / karya terakhir UK -bahkan cerpen terakhirnya, belum dipublikasikan sampai beliau wafat. And you know what, cerpen terakhir itu bercerita tentang sampainya waktu bagi si tokoh aku dalam cerita, dan dia mendambakan segera bertemu dengan istrinya di pekuburan karet -yang juga akan menjadi kuburan UK yang sebenarnya tak lama setelah dia menyelesaikan cerpen tsb-
  9. Titipan Umar Kayam / kumpulan esai UK di majalah tempo

# Pramoedya Ananta Toer

  1. Arus Balik
  2. Ruman kaca / Tetralogi Bumi Manusia
  3. Jejak langkah / idem
  4. Bumi Manusia / idem
  5. Anak Semua Bangsa / idem
  6. Cerita dari Blora
  7. Larasati
  8. percikan Revolusi Subuh
  9. Gadis Pantai
  10. Perawan Remaja cengkeraman militer
  11. Midah si manis bergigi emas
  12. Perburuan
  13. Mangir / naskah drama
  14. Di tepi kali bekasi
  15. Nyanyi Sunyi seorang bisu / pertama kali punya buku nya Pram
  16. Bukan Pasar Malam
  17. Dongeng Calon Arang
  18. Jalan Pos Anyer-Panarukan / tidak tampak di gambar karena sedang di baca di rak kamar

# Gunawan Mohamad

  1. Catatan Pinggir 1 / kumpulan catatan pinggir di majalah tempo
  2. Caping 2 / idem
  3. Caping 3 / idem
  4. Caping 4 / idem
  5. Caping 5 / idem
  6. Setelah Revolusi tak ada lagi
  7. Tuhan dan hal-hal yang belum selesai / tidak tampak di gambar karena on progress reading / di tas ku

# Mahbub Djunaidi - Asal usul

Tau pak Mahbub dikenalin sama pak Dipo di buku mengarang itu gampang. Menurutnya, pak Mahbub itu comedian writer pertama dan salah satu yang terhebat yang dipunyai Indonesia. Dulu bapak ku punya buku "Lawrence from Arabia" yang diterjemahkan dengan "baik" dan kocak oleh pak Mahbub.

Dulu waktu kecil di Carmel suka baca kolom asal-usul di kompas. Saya masih ingat letaknya adalah di baris bawah. Kompas waktu itu belum mampu berlangganan. Sehingga baca koran2 bekas punya pak Manurung yang ditumpuk di rak belakang rumahnya, yang sedianya untuk persiapan kalo Cesar -anjing nya- perlu buang hajat besar maupun kecil. Pulang sekolah, saya akan dengan senang hati duduk di ubin, ato kursi rotan kecil di samping rak itu untuk baca Kompas. Wartawan top saya saat itu adalah Julius Poor -mungkin seperti Budiarto Shambazi kl jaman sekarang-. Kadang2 dapat bonus, majalah intisari bekas yang gak sengaja ketumpuk di tumpukan koran tersebut....

Satu frase, yang masih bisa saya ingat dari tulisan pak Mahbub di kompas, 20an tahun yang lalu adalah ; "Nasi goreng yang kita beli di restorasi KA, yang rasanya tidak beranjak dari dulu, tidak asin tidak manis, tidak panas tidak dingin, tidak berubah dari dulu, dan mungkin sampai kapanpun".. Frase itu yang membuat saya selalu memesan nasi goreng kalo saya ada kesempatan naik kereta api yang ada restorasinya.

# Multatuli ; Maxhavelar..

Terus terang saya belum baca buku ini. Beli aja pas ada di toko buku, takut keburu habis. Dulu terkesan banget sama buku cerita tipis punya felix anaknya bu Jon. Buku ini adalah komik monokrom dari Saijah dan Adinda tokoh cerita dari Max Havelar ini.... Dan salah satu yang membuat saya belum membaca buku ini disamping terbatasnya waktu baca yang saya punya, adalah saya tidak ingin merusak imagi saya tentang saijah dan adinda yang saya dapat dr bukunya felix itu. Gambar yang masih bisa saya ingat adalah lesung padi yang digores-gores oleh adinda. Satu goresan adalah 1 bulan penantian adinda menunggu saija......

That's all...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar