Jumat, 01 Juli 2011

10 tahun mengajarkan kami beberapa hal

Tanggal 29 Juni kemarin, genab 10 tahun usia pernikahan kami. Ada beberapa hal penting -dan tak penting- yg sejauh ini kami tandai selama 10 tahun tersebut.

10 tahun mengajarkan bahwa ternyata deg-degan, ser-seran, itu hanya salah satu bagian dari cinta. Hal-hal tersebut bukanlah bagian terpenting dari cinta, sehingga pastilah juga bukan hal penting dalam perkawinan.
Hal yg lebih penting dari segala getar dan sensasi itu adalah penghargaan yang menghormati kemandirian dan memuliakan kebersamaan.
Gampangnya, karena istriku itu mau jadi istriku dan selalu berusaha untuk bertindak sebagai istriku, maka aku merasa dimuliakan. Gantinya aku ingin sekali memuliakan istriku. Jadi tiap hari kami terus ingin saling memuliakan.

Selama 10 tahun kami mencatat, bahwa ternyata perkawinan itu tidak melulu serius dan berisikan hal2 hebat luar biasa. Perkawinan ternyata juga mengenai hal tertawa terbahak-bahak atas hal2 yg tak lucu. Bertengkar seru untuk hal2 yg remeh dan sepele. Cemburu terhadap hal konyol, salah paham dan malu2 mengakuinya. Perkawinan ternyata juga berisi berdoa bersama untuk segala kebaikan, kesehatan dan bebarengan berharap akan rejeki nomplok [tiba2 dapat undian bank misalnya ;) ]

Kami sadar setelah 10 tahun bahwa cinta kami ada dilangit, tapi kaki kami haruslah selalu menjejak bumi. Tiap hari kami berbagi untuk menopang hari. Bersama memikul hal berat, berbagi menjinjing yg ringan.
Kami bersepakat bahwa sedih itu asumsi, gembira itu keputusan, Gembira ternyata bisa diupayakan. Derita ternyata bisa diabaikan. Ya, ini hanya soal kesepakatan
Kami memutuskan bahwa dunia seisinya ini sebetulnya selalu sedang baik-baik saja. Hampir setengah dari kekeruhan itu cuma ada di kepala. Jadi kami usahakan selalu setiap ada waktu untuk memeriksa lagi isi kepala kami :) Tentu hidup bukan tanpa tekanan, tapi dengan kepala yang terang setiap tekanan bisa diajak berteman

10 tahun juga mengajarkan kami bahwa hakikat cinta bukanlah meminta, bukan menerima. Ternyata eh ternyata, cinta lebih mirip keinginan yg meluap-luap untuk memberi, yg lalu entah bagaimana secara ajaib akan berimbal kebahagiaan yg meluap-luap pula bagi sang pemberi. Demikian terus, makin besar pemberian, makin besar pula ganjaran bahagia.
Cinta adalah semacam lahan merdeka yg harus tetap dijalankan tanpa perlu menunggu balasan. Kami sepakat mengenai itu.

10 tahun mengajarkan kepada kami, tentang menginginkan apa2 yg telah dipunyai sebelum berharap ttg apa2 yang belum dipunyai. Menginginkan anak sebaik dan sehebat anak kami saat ini. Menginginkan kesehatan dan waktu luang seperti yg kami punya saat ini. Menginginkan keluarga dan sahabat, persis seperti yg kami punya saat ini.

Terima kasih Tuhan atas anugerah ini. Terima kasih atas 10 tahun kami.
Perkenankan doa kami, bukan doa tentang mencintai sampai akhir, tapi sekedar doa tentang saling mencintai di hari ini, yang selalu berulang di setiap hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar