Kamis, 11 Juni 2009

Rumi mengibaratkan



Rumi mengibaratkan cinta Tuhan adalah samudra tak bertepi (ocean without shores), ketika kemudian manusia mulai membatasi dengan alam pikirannya yang terbatas.
Manusia mulai "memanusiakan" Tuhan, dan memberinya sifat2 yang masuk akal manusia.
Analoginya, ketika Tuhan adalah lautan luas tak terbatas, manusia kemudian menyendoknya dan menaruhnya kedalam wadah. Ketika manusia satu menaruhnya ke dalam gelas, maka dia beranggapan bahwa Tuhan berbentuk gelas, sementara manusia lain yang menaruhnya dalam wadah mangkok, akan mendapati bentuk Tuhan seperti mangkok saja.

Keterbatasan akal pikirannyalah yang membuat manusia menyempitkan makna Tuhan, sesuai dengan keterbatasannya tadi, ada yang menyerupai gelas, mangkok, dan segala wadah2 lain bentukan manusia, segala batasan2 lain bentukan manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar