Kamis, 11 Juni 2009

Cara berhubungan dengan Tuhan...




Tulisan dari Amang Mula.. (dengan seijin beliau)

Buset! Ini mah namanya orang kurang kerjaan, Mama…

June 6, 2009
Oleh: Mula Harahap

Ketika kedua anak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, maka perselisihan yang paling sering saya alami dengan isteri saya ialah dalam soal membaca Alkitab. Isteri saya ingin sekali agar di rumah kami terbangun kebiasaan membaca Alkitab secara bersama-sama.
Isteri saya tumbuh dalam rumah yang memiliki tradisi seperti itu. Oleh karenanya wajar saja kalau dia juga ingin tradisi yang sama terbangun di rumahnya. Tapi cilakanya saya tumbuh dalam rumah dengan tradisi yang berbeda. Jangankan membaca Akitab, berdoa bersama saja, kecuali berdoa makan atau berdoa pada malam tutup tahun, pun kami tak pernah.
Saya bukan hendak mengatakan bahwa ayah saya seorang yang tidak percaya akan Tuhan. Saya rasa dia percaya sekali akan Tuhan. Setiap pagi, sebelum berangkat ke kantor, kami anak-anak selalu melihatnya berdoa.
Tapi dia selalu berdoa sendiri, beberapa saat, sambil berdiri di balik pintu kamar. Acapkali dia harus kena bantingan pintu, yang dibuka secara serampangan oleh anak-anaknya, yang sedang tergopoh-gopoh hendak berangkat ke sekolah itu. Saya selalu membayangkan ayah saya seperti pemungut cukai yang berdoa di pojok Bait Allah dalam cerita Alkitab itu.
“Kau adalah imam di rumah ini,” begitulah selalu kata isteri saya. “Kau harus memulai dan memimpin kebiasaan yang baik itu.”
“Tapi kalau seorang imam harus memimpin sebuah kebiasaan yang tak terlalu diimaninya, itu repot,” begitulah juga selalu jawab saya kepadanya.
Kadang-kadang terbersit juga di pikiran saya untuk membeberkan saja kepadanya “contoh soal” dari beberapa keluarga yang selalu memiliki tradisi membaca Alkitab bersama di rumah, tapi yang dalam kehidupan di luaran tokh sama saja brengseknya. Tapi saya sadar bahwa itu adalah cara mengelak yang kekanak-kanakan. Itu bukanlah cara yang bijaksana.
Begitulah, isteri saya selalu saja memakai setiap kesempatan yang ada–misalnya sehabis mendengarkan kesaksian sebuah keluarga dalam kebaktian lingkungan–untuk menekan saya agar mulai membangun kebiasaan membaca Alkitab bersama keluarga di rumah. Dan saya selalu saja mengelak dengan halus.
Tapi suatu kali, gereja dimana saya terdaftar sebagai anggota, menyelenggarakan Pekan Keluarga. Berbagai acara digelar dalam kegiatan tersebut. Salah satunya adalah meminta setiap keluarga jemaat agar selama sepekan, setiap pagi, mengadakan kebaktian dan pembacaan Alkitab bersama. Gereja bahkan sudah menyiapkan dan membagikan liturgi kebaktian selama seminggu kepada kami. Tentu saja saya tidak bisa menolak hal seperti itu.
Pada pagi hari pertama Pekan Keluarga itu isteri saya bangun dengan wajah berseri-seri. Ia menyiapkan dua Alkitab dan empat kertas liturgi di meja makan dan mulai membangunkan anak-anak. Kebetulan hari itu juga adalah hari pertama libur sekolah anak-anak. Tentu saja mereka bangun dengan sedikit bersungut-sungut. Tapi anak perempuan saya, yang sedikit-banyak memiliki karakter mirip dengan saya, orang Batak-Angkola ini–selalu ingin menjaga harmoni dan meghindari konflik–segera mengerti apa yang terjadi dan duduk dengan patuhnya di sebelah saya.
Sebaliknya anak lelaki saya, yang sedikit-banyak memiliki karakter ibunya, orang Ambon itu–selalu bicara apa adanya–terus saja merepet-repet. Dan dia baru mau duduk dengan tenang setelah saya memberinya isyarat dengan kedipan mata.
Begitulah, kami anak-beranak menjalani kebaktian pertama Pekan Keluarga itu dengan bernyanyi, berdoa, membaca litani, bernyanyi dan berdoa lagi. Lalu tibalah saatnya untuk membaca Alkitab. Isteri saya membagi mana ayat yang harus saya baca, mana yang harus dibacanya, dan mana yang harus dibaca oleh kedua anak kami.
Sementara kami hendak bersiap-siap melakukan pembacaan, anak lelaki saya itu kembali gelisah. Rupanya–karena hari itu adalah permulaan libur sekolah–beberapa temannya sudah mundar-mandir di jalanan di depan rumah hendak mengajaknya bermain.
Mula-mula yang melakukan pembacaan Alkitab adalah saya. Kemudian isteri saya. Seharusnya giliran yang berikut adalah anak lelaki saya. Tapi karena ia masih gelisah, saya berkata kepada anak perempuan saya, “Kau sajalah dulu….” Lalu anak perempuan saya itu pun membaca bagiannya dengan tenang dan baik.
Tapi cilakanya sementara kami sedang membaca Alkitab itu, anak-anak lelaki di luar sana sudah melongok-longok dari balik pagar hendak mencari tahu kenapa anak lelaki saya tidak kunjung keluar. Dan hal tersebut membuat anak lelaki saya itu semakin gelisah, kesal dan kehilangan konsentrasi.
“Bacalah, Bang,” kata isteri saya dengan sabarnya seraya menyorongkan Alkitab ke depannya.
“Yang mana yang gue baca?” tanya anak lelaki saya setelah terdiam agak lama.
“Kan tadi sudah dibilang? Ayat 27 sampai 42,” kata saya.
Anak lelaki saya kembali terdiam beberapa saat seraya memandang Alkitabnya. Kami pun semua terdiam. Sementara itu suara anak-anak yang sedang bermain di luar sana semakin gaduh saja.
“Buset,” kata anak lelaki saya tiba-tiba. “Sebegini banyak? Ini mah namanya orang kurang kerjaan, Mama….”
Mendengar kata-kata itu saya langsung menundukkan kepala. Tapi dengan sudut mata, saya masih terus mencoba melihat reaksi isteri saya. Selesai acara kebaktian ini pastilah saya yang akan diadili.
“Bacalah, Amang,” kata saya dengan tenang dan mencoba menyelamatkan situasi.
Anak saya pun membaca ayat=ayat yang menjadi bagiannya. Walau pun dengan tersendat-sendat tapi akhirnya bacaan itu selesai juga dilakukannya.
Begitulah, setelah mendengarkan sedikit renungan–yang dibawakan oleh isteri saya–bernyanyi, dan berdoa, maka kebaktian kami anak-beranak itu pun berakhirlah.
Mengenai apa yang dikatakan isteri saya kepada saya setelah kebaktian selesai, saya rasa tak usahlah saya ceritakan di sini. Malu saya. Tapi ijinkanlah saya menceritakan sebuah peristiwa yang terjadi dua atau tiga bulan setelah kebaktian itu:
Suatu pagi ketika saya dan anak-anak sedang bersiap-siap hendak berangkat ke kantor dan sekolah, tiba-tiba isteri saya memanggil saya dengan berbisik. Kemudian dia memberi aba–aba agar saya melongok ke kamar anak lelaki saya.
Anak lelaki yang sudah siap dengan seragam putih-merah itu sedang berlutut di sisi tempat tidurnya. Tangannya terkatup rapat dan terjulur jauh-jauh di atas kasur. Ia sedang berdoa dengan khusuknya.
“Kawan ini pasti sedang menghadapi sebuah persoalan pelik yang tak bisa ditanggulanginya sendiri dan karenanya terpaksa harus diadukan kepada Tuhan,” kata saya dalam hati sambil tersenyum-senyum. “Ini bisa persoalan PR yang belum selesai, persoalan anakperempuan sekelas yang menampik cintanya, atau persoalan anak-anak tanggung yang suka memalaknya di sekitar Jalan Gunung Sahari…..”
Tiba-tiba perbuatan anak lelaki saya itu mengingatkan saya akan Ayah, yang untuk mana, sesuai dengan tradisi Batak, nama anak lelaki saya itu menjadi gelar panggilannya.
Saya keluar dari kamar dengan perasaan sedikit “menang”. Kepada isteri saya, saya berkata, “Kan, berapa kali sudah saya katakan kepadamu? Masing-masing orang punya caranya sendiri untuk berhubungan dengan tuhannya. Tak usahlah heboh-heboh amat…..” [.]

Rumi mengibaratkan



Rumi mengibaratkan cinta Tuhan adalah samudra tak bertepi (ocean without shores), ketika kemudian manusia mulai membatasi dengan alam pikirannya yang terbatas.
Manusia mulai "memanusiakan" Tuhan, dan memberinya sifat2 yang masuk akal manusia.
Analoginya, ketika Tuhan adalah lautan luas tak terbatas, manusia kemudian menyendoknya dan menaruhnya kedalam wadah. Ketika manusia satu menaruhnya ke dalam gelas, maka dia beranggapan bahwa Tuhan berbentuk gelas, sementara manusia lain yang menaruhnya dalam wadah mangkok, akan mendapati bentuk Tuhan seperti mangkok saja.

Keterbatasan akal pikirannyalah yang membuat manusia menyempitkan makna Tuhan, sesuai dengan keterbatasannya tadi, ada yang menyerupai gelas, mangkok, dan segala wadah2 lain bentukan manusia, segala batasan2 lain bentukan manusia.

Kamis, 21 Mei 2009

Puisi pertama Rumi

diciptakan tanggal 19 Mei 2009, pelajaran bahasa Indonesia.

"Nak, buatlah puisi mu sendiri"


J a k a r t a

Jakarta betapa indahnya engkau
tingginya gedungmu
betapa panjangnya engkau

tapi dibalik kemewahanmu
ada perbudakan dan kejahatan
Polusi dimana-mana

oh Jakarta
apakah perbudakan dan kejahatan ini terus bertambah?
apakah polusi terus bertambah?

-Rumi-

Selasa, 19 Mei 2009

cukup adalah cukup



Aku berhenti merokok terhitung sejak tanggal 14 Mei 2009.

Bila kau tanya padaku kenapa, maka jawabanya adalah karena cukup adalah cukup.

Bila kau bertanya bagaimana, maka cara berhenti adalah dengan tidak melakukannya lagi.

Sulitkah ? tak ada yang terlalu gampang di dunia ini, sebagaimana tidak ada pula yang benar-benar mustahil untuk dilakukan.

Hebat kau bilang...? apakah kau akan bilang hebat, bila ada orang berlari kencang melebihi kemampuannya ketika ada anjing gila yang lintang pukang mengejarnya dari belakang? atau kau akan bilang cerdas sangat ketika ada yang menudungkan tangannya ke mata ketika matahari silau dan terlalu banyak cahaya masuk ke mata, padahal ada hal yang ingin dilihat nun jauh didepan sana.

Hanya sekedar kewajaran, sama seperti ketika kau lapar, makanlah, saat haus, minumlah, ketika kau sakit, mengaduhlah.

Disebabkan karena kewajaran itulah, maka aku yakin ini tidak akan gagal, aku percaya tidak mungkin tak bisa. Apalagi ditambah dorongan dari anak ku, do'a dari istriku, dan dukungan dari anda semua rekan dan kawan ku.

                                                                              

Sabtu, 02 Mei 2009

Hore...!! ada yang comment di blog ku


Horeee....!! ada yang comment di blog ku.

Selama ini dari sedikit yang pernah comment di blog ku, hanyalah terbatas pada orang2 dekat -dekat banget- yang ku kenal. Sebatas istri, adik, adik ipar atau seorang teman dekat ku.

Tapi malam ini, ada comment yang masuk di blog ini.
Dari "Kempen perangi dan Sembelih Yahudi"....
Isinya ; "Wah ternyata yg punya blog pecinta JIL alias pecinta yahudi. ketahuan sekarang ada orang yang begitu benci dengan kemuliaan Islam..."

Alhamdulillah...
Saya bersyukur ada yang mengunjungi blog ku dan meninggalkan pesan.
Walaupun aku telusuri, blog pengunjung tersebut tidak begitu jelas (terakhir posting Agustus 2005)

Aku bagi kegembiraan ku atas tamu di blog ku malam ini dengan istri dan anak ku.
Rumi ; Lho kenapa di bunuhi Yahudi Yah...? emang Yahudi diciptakan Allah untuk dibunuhi...?
Candra ; Kasihan, sepertinya ada yang terpenjara di pikiran dan opini nya sendiri, sampai tidak sempat untuk hal yang lain, bahkan sekedar bertegur sapa dengan teman, sekedar berbagi pikiran di blog.

Sedangkan aku, aku tetap bergembira dan akan menikmati kegembiraan ku di sisa malam ini... , seraya ber do'a agar energi dan ghirah yang -sepertinya- meluap-luap untuk "Memuliakan Islam" dari tamuku malam ini, dapat tersalurkan kelak dengan lebih efektif..., dengan lebih cerdas.
Sehingga -semoga- kelak, akan lebih bermanfaat bagi yang alam semesta.
Semoga....

Kamis, 19 Maret 2009

Kebenaran..


Saya suka ungkapan tassawuf ini ;
"Kebenaran adalah seperti cermin besar yang jatuh dan retak. Setiap kita, setiap golongan, setiap agama, masing-masing memungut secuil dari pecahan cermin itu....."

Kamis, 05 Maret 2009

Satu moment penting dan satu moment sangat penting

#1. Rumi naik level Kumon
Setelah kemaren ngepot menempuh 4A naik ke 2A selama 3 bulan [harusnya 4A ke 3A selama 3 bulan, 3A ke 2A selama 3 bulan], Rumi sekarang sudah naik ke level A.
Jadi penjumlahan dan pengurangan 1-20 sudah lulus.... Sekarang saatnya Puluhan+Satuan, Satuan+puluhan, puluhan+puluhan.
Selamat ya nak....

#2. Rumi khatam Iqro...
Subhanallah.....!! ini "keajaiban" ke dua Rumi setelah sekian tahun yang lalu, tanpa "special effort" Rumi "tiba-tiba" dapat membaca langsung dengan amat sangat lancar.... kemarin, tanggal 3 Maret 2009 dengan "minimum effort" pula Rumi berhasil pindah dari Iqro' -buku tipis hitam yang sudah lecek itu- ke Juz Ammah...

Rumi sudah bisa baca Al-qur'an.....!!!
Terima kasih nak....
Semoga "al-munawwarah" menjadi nama tengah mu, saat ini, kelak dan selamanya...

ps. ; untuk naik level Kumon, rumi "cuma" minta PP meat lovers pijahut.... dan untuk khatam Iqro', Rumi "cuma" minta Milk Shake juga dr pijahut....

[moga2 ayah bisa kebeli sepeda baru ya nak, buat ulang tahun mu Maret ini... sepeda mu yang itu sudah terlalu kecil.... kasihan dia termehek-mehek kau goes kesana kemari...]

Kamis, 19 Februari 2009

aku ingin



aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan katayang tak sempat disampaikan kayu kepada api
yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada

[sapardi djoko darmono]

Selasa, 17 Februari 2009

Keinginan Rumi yang laen


Masih tentang keinginan Rumi yang oleh "pelajaran" bahasa Indonesia diminta untuk dituliskan beserta dengan alasannya.. ;


hari ini tanggal 17 Feb '09 jadwal nya ulangan harian bahasa Indonesian.

Kemarin malem pas mbahas ttg materi2 ulangan yang salah satu isinya adalah "menyebutkan keinginan dan alasannya", si ibuk bilang "kalo yang itu terserah Rumi aja mau ngisi apa."


Rumi jawab "Iya buk... aku keinginan ku yang sekarang adalah JADI ORANG KAYA" ...

"lha terus alasannya apa dong Le....?"

" Alasannya adalah SUPAYA BISA BERSHODAQOH BANYAK BANYAK..."


begitulah jawaban rumi, sambil tetep aja ngupil sambel nungging2 ky gak niat gitu.....


ps ; Mi' kalo kata engkoh Mao.... " Menjadi kaya itu Mulia...." koq..:)

Jumat, 13 Februari 2009

antara Rumi, Yahudi & Islam (from The Notes nya ibuk)


Seperti biasa, sore itu kami memeriksa isi tas sekolah Rumi, anak laki-laki kami yang baru duduk di kelas 1 SD.

Memeriksa apakah tulisannya yang selalu besar-besar dan belepotan itu sudah semakin kecil dan rapi. Melihat-lihat, kiranya cerita komik apa yang dicoretkannya di bawah tugas menyalis surat-surat pendek yang dikerjakan di sekolah siang tadi?

Biasanya selalu ada sepotong sederhana komik yang digambarnya setelah mengerjakan tugas yang diberikan guru Al-Qur'an yang juga guru favorit-nya.Kadang tentang bermain layang-layang. Kadang tentang balapan motor di hutan. Seringkali cerita dua robot yang sedang bertempur. Kadang juga cerita tentang roket Palestina melawan tank Israel, lengkap dengan bendera-bendera dan gambar orang yang terkapar.


Sore ini, rupanya ada pembagian lembar tugas yang telah dikerjakan di sekolah selama sebulan terakhir. Semua mata pelajaran, mulai Math, IPA, IPS, PAI, Bahasa Indonesia juga Bahasa Inggris.

Lembar demi lembar, tampaknya kesulitan yang dihadapi anak kami masih yang itu-itu juga, menulis huruf tegak sambung dengan rapi :-))


Hingga pada lembar tugas Bahasa Indonesia..

Perintah yang tertulis di bagian atas lembar tugas itu sederhana saja. "Nak, tuliskan 2 macam keinginanmu dan alasannya"


Rumi menulis :

1. Keinginanku main bola, alasannya karena seru, menyehatkan dan bisa jadi kiper

2. Keinginanku Yahudi dan Islam damai, alasannya karena Yahudi membiarkan umat Islam terbunuh


Rumi.. Rumi..Ketika temannya menginginkan komputer baru agar bisa main game, ingin bisa menyelam, ingin tulisannya lebih bagus agar bisa dibaca, ingin menjadi atlet internasional.. anakku ingin Yahudi dan Islam berdamai.


Kita tak pernah bisa menduga, sedalam apa trauma perasaan seorang kanak-kanak atas peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Air mata dan darah anak-anak Gaza-Palestina yang lebih dari sebulan memenuhi layar televisi dan headline koran, telah melukai hati anak yang berada ribuan kilometer jauhnya dari Gaza.

Gambar-gambar dan dialog di buku komik Joe Sacco berpengaruh terlalu dalam dalam benaknya. Hingga perdamaian Yahudi dan Israel telah menjadi 1 dari 2 hal yang paling diinginkannya saat ini.

Perasaan dan keinginan Rumi, mungkin juga menjadi keinginan ribuan anak-anak di Palestina yang terluka, yang kehilangan ayah dan ibunya, yang dihancurkan rumahnya. Keinginan Rumi mungkin juga keinginan ratusan ribu anak-anak di Amerika yang menanti dengan cemas kepulangan ayah atau ibu mereka dari medan tempur Irak dan Afganistan. Keinginan Rumi mungkin mewakili suara hati jutaan anak-anak korban konflik yang terus terjadi di seluruh penjuru dunia.

Suara yang menjerit putus asa melihat keegoisan pemimpin-pemimpin dunia dan pemegang tampuk kuasa.

Wahai penebar teror.. wahai engkau yang mengobarkan peperangan? Tidakkah kalian malu atas tindakan kalian?!


Diposkan oleh Ibuk-nya Rumi di 8:13 PM

Jumat, 06 Februari 2009

Toko Suami



Seorang teman mengirim email pagi ini ;

- - - - - - - - start - - - - -

" TOKO SUAMI "

Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di kota NY dimana wanita dapat memilih suami.
Diantara instruksi2 yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut. "Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI"

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut.

Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan.
Kamu dapat memilih lelaki dilantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko..

Lalu, seorang wanita pun pergi ke toko "suami" tersebut untuk mencari suami..

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan.
Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 2 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil
Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 3 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan cakep banget.
'' Wow'', tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.

Lalu sampailah wanita itu di lantai 4
dan terdapat tulisan Lantai 4 : Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantu pekerjaan rumah.
''Ya ampun !'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya''

Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5
dan terdapat tulisan seperti ini: Lantai 5 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil,cakep banget,suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis.
Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6

dan terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.013.
Tidak ada lelaki di lantai ini.
Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas.

Terima kasih telah berbelanja di toko "Suami".

- - - - - - end - - - - -

Sudah pernah dapat email ini? he..he..he.. menarik bukan...?

Menarik karena saya pikir rasanya kita dapat mengganti nama toko tersebut dengan sekehendak hati sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Menggantinya dengan setiap apa yang kita punya saat ini..
Saya sepagian tadi [maap pak GM, sy belum kerja] sudah menggantinya dengan istri, anak dan rumah.

Dan saya masih tergoda untuk terus menggantinya dengan mobil, pekerjaan, tetangga, teman kerja, dan semuah-semuah yang saya punya....
Dan saat ini, saat saya menulis ini.... koq saya merasa menjadi sangat kaya yaaa....

Heran, kok jadi gampang banget ya kaya raya..... :)))))

Jumat, 23 Januari 2009

Nama untuk sebuah Masjid [dan Gereja]...


Ada yang unik dari jalan-jalan ke Malang kemarin.Di daerah Blimbing di dekat proyek by pass yang belum lama ini akhirnya selesai juga [setelah proses pembangunannya yang begitu luamaaaa], baru merhati'in bahwa di kiri jalan ada masjid dengan nama "Masjid Jami' Baipas"…..

Wekk..kek…ke.. Saya gak tau kenapa namanya unik begitu ?

Apakah masjid itu dibangun sepaket dengan proyek By pass tersebut, ataukah sebenarnya masjid itu sudah lama berdiri tetapi hanya berganti nama menyesuaikan dengan nama proyek yang menyebabkan terasnya menjadi baru karena terpotong seperempat bagian untuk pelebaran jalan proyek tsb, atau [pikiran jeleknya] mungkin juga pembangunan masjid tersebut mostly donated by uang sisa dari project jalan tersebut [semacam money laundry akhirat… ambil uang proyek, dan sisakan sedikit untuk berderma di jalan Allah J]

Bagi saya nama ini menarik sekali, mengingat gak jamak kan nama masjid yang biasanya lebih ke arah eastern mid trus tiba2 jadi berbau western begitu.

Jadi inget cerita konyol temen saya dulu, ketika menentukan nama masjid yang akan dibangun di komplek perumahan Jati Baru tempat tinggalnya. Ceritanya selama ini mereka masih menumpang di masjid Al-mukarobbin di komplek Jati Mulya di letaknya berseberangan dengan komplek Jati Baru. Disebabkan karena luas lahan dan bangunan masjid mereka yang lebih lebar dari komplek tetangga tsb, dan juga persaingan lama antara kedua komplek tsb dalam segala hal, maka teman saya mengusulkan untuk memberi nama Al-Mukabatman untuk bakal masjid baru mereka itu. Alasannya bagaimanapun Batman kan lebih expert dan advance dibandingkan dengan Robin yang telah terlanjur di pakai nama oleh masjid tetangga…. J

Salah satu masjid top tempat Artis dan celebritas melangsungkan janji pernikahannya (untuk tak lama kemudian mengurus gugatan cerai di pengadilan agama wilayah mereka masing2) adalah masjid At-Tien yang ada di TMII. Pasti dong… nama tersebut gak jauh maksudnya dari Alm. bu dhe Hartinah sebagai pencetus ide TMII…

Kalo anda ke Bandung dan exit tol Pasteur serta tujuan anda akan menuju arah selatan kota Bandung, maka untuk menghindari macet anda boleh langsung tekuk setir ke kanan setelah traffic light pasteur untuk masuk lewat komplek DI d/h IPTN. Nah di tengah ke asrian pepohonan di komplek yang mulai agak tidak terawat tersebut, di sebelah kiri anda akan temui masjik Al-Habiebi… untung lah masih agak pantes dibandingin dengan coba kalo dulu di kasih nama Ar-Rudy ato Ayang laen nya…. J

Di wilayah Serpong – Tangerang, ada RS + Masjid dengan nama As-Syobirin yang secara pembangunan dan peresmian nya di lakukan oleh bupati Tangerang [saat itu] Mr. Tadjus Shobirrin maka dengan mudah ditebak bahwa pak Bupati sedang membangun sebuah monument dengan RS & Masjid tsb.

Dari cerita bang Mula, ada juga nama gereja yang unik. Gereja ini bernama "Senang Bersama Yesus" menjadi menarik karena penyebutannya sering disingkat menjadi Gereja SBY dan lagi pada waktu acara peresmiannya semua warna ; mulai dari baliho, tenda, seragam anggota koor sampai ke karton snack nya berwarna biru2 partai demokrat gitu….. Nah lo….

Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"

Sent not from my BlackBerry®
powered not by Sinyal Kuat INDOSAT

Rabu, 31 Desember 2008

Tahukah Anda Agamanya Napoleon Bonaparte?


Assalamualaikum....,
In my humble opinion.....,
Sepertinya tulisan sejenis ini memang tidak layak untuk di posting di milis umum. Apalagi milis ex-patigat dengan heterogenitas anggotanya.
Milis adalah seperti sebuah pertemuan dg anggota milis layaknya pengikut pertemuan.Sehingga walopun anda diundang dalam pertemuan tersebut, anda harus mendatanginya sesuai dengan atmosfer pertemuan [i.e; dress code dan waktu pertemuan] dan kemudian berlaku juga secara beradap sesuai dengan tuntutan, jenis, dan irama pertemuan tsb.Atau bila tidak, maka anda mungkin akan dianggap aneh, dan khalayak akan menyesalikeberadaan anda disekeliling mereka.

Jadi mgk posting dibawah adalah bagus, bagus banget malah, tp kurang sesuai bila di postingkan ke ; ex-patigat@yahoogroups.com .Mungkin akan lebih cocok, tepat dan mendapatkan respon spt yg diharapkan bila misalnya diposting di islamsaja@yahoogroups.com, ato islampalingwokeh@yahoogroups.com, ato lagi mgk ke hidupislammampuslahyanglain@yahoogroups.com

Atau jalan lain; anda dapat meng up-load ke blog anda, karena bukan spt milis yang seperti pertemuan tsb, blog lebih seperti rumah pribadi anda, yang di dalamnya anda bisa sesuka hatiuntuk buka baju, berteriak, bahkan bernyanyi sepanjang hari sekehendak anda. Nah tinggal orang lain kemudian akan menilai dan menentukan rumah anda, wilayah pribadi anda itu layak atau tidak untuk dikunjungi? inspiratif atau abrasive? membuat betah atau menyebabkan jengah?
Demikian......
Lagipula kawan, kalo memang Napoleon jendral kontet itu memang pernah bersyahadatain trus emang kenapa...?
Apakah dengan fakta "baru" tersebut, keimanan anda, saya dan kita semua akan meningkat tajam dan menjulang tinggi layaknya pohon kelapa yang ditanam diatas BTS-nya telkomsel?
Apakah Dengan fakta tsb, kebanggaan kita anda, saya, dan kita semua umat islam akan sedikit terangkat? setelah dibanting, pecah dan berserakan oleh berita ttg sekumpulan pemimpin arabyang "baru" akan menyusun rencana "menanggulangi" dampak serangan israel ke Gazza setelah sekian ratus orang mati dan sekian ribu orang luka dan bernanah?
Apakah Dengan "nya" keyakinan saya, anda dan kita akan kebenaran dan ketinggian islam jadiakan naik level nya...?
Bila jawabannya adalah "iya", maka kawan, saya pribadi akan merasa sedih karena disebabkan paling tidak oleh dua hal;
1. Sejarah adalah sepotong fragmen mengenai sesuatu pada satu tempat satu lokasi yang digambarkan oleh seorang.Mungkin saja napoleon adalah bla...bla...bla... hebat spt yang anda nukilkan.
Tp juga Napoleon [spt setiap manusia] tentu saja dirundung pula oleh sisi gelap dan sejarahkelabu mengenai misalnya ; kehidupan perkawinannya yg penuh intrik dan ketidakpercayaannya, kegagalannya membangun hubungan personal bahkan dengan anak dan figur orang tuanya, kepicikan serta sifat keras kepala yang mengakibatkan kekalahan di Rusia, dan tentu saja kekalahan terakhirnya yg tragis di waterloo dan kematiannya yg ngenes di St Helena.
Sehingga mnrt saya, mgk akan kontra-produktif dan mengecewakan di ujungnya bila kita tempuh "jalan" dg cerita mas Napo ini untuk tujuan ruhhiyah yg lebih tinggi.
2. Testimony seseorang, kehebatan sesuatu.... ketinggian gunung, kedahsyatan ombak dan semua makhluk adalah fana sebagaimana kodrat penciptaannya. Padahal keimanan adalah baqa, tinggi dan melampaui semua yang fana tersebut.
Misalnya; Bila anda merasa Tuhan itu gagah, ketika melihat kedahsyatan tsunami, lalu kemudian apa jadinya kegagah Tuhan tsb bila kelak ternyata tsunami dg ilmu, teknologi dan usaha menusia dapat dihadapi, dijinakkan, dikendalikan sehingga bahkan -mungkin- cuma jadi objek wisata tontonan turis.
Ato Gampang nya kalo menuruti logika bahwa Napoleon islam trus kita "umat islam" jadi hepi dan merasa wokeh...
Nah Mungkin saja Jendral Kotusov yang komunis dan membuat Napopulang dari Rusia dg menundukkan kepala, akan membuat orang komunis dan teman2 yang agnostik akan merasa lebih hepi dan merasa lebih wokeh lagi dong dari orang islam.... he..he..he...
Ato lagi kelak ditemukan bukti bahwa ternyata Duke of wellington yang meng knock out Napo sampe gak bisa bangun lagi ternyata beragama pagan dan pengikut setia ritual swami dari Afrika... brarti lebih hebat dong dan bersorak-sorailah kaum pagan...
Itulah sebabnya kenapa bagi saya pribadi, "fakta baru" tentang agama om Napo ini, adalah sama dan selevel dengan lusinan fakta baru yang lain yang berseliweran didepan hidung saya setiap hari.
Sama dengan fakta bahwa ternyata Ariel peterpan itu masih demen sama mbakLuna Maya dan mbak Luna pun dengan malu2 mengakui punya perasaan yang sama, bahwaSyeh Puji punya rencana untuk melakukan plan B nya di 2009 dg menikahi calon mempelai 7 tahun [advance 5 tahun dari de' Ulfa yang 12 tahun], bahwa ternyata 99 hari lagi kita akanmemilih sesuatu yang sampai hari ini pun kita tidak tahu faedah dan mudharat nya bagi kita....

He..he..Mohon maaf dan berharap manfaat atas reply saya ini.

Wassalam,
Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"
Sent not from my BlackBerry®
powered not by Sinyal Kuat INDOSAT

--- Pada Sel, 30/12/08, gandhi sukarno menulis:
Dari: gandhi sukarno gandhi_sukarno@yahoo.com
Topik: Re: [Ex-PATIGAT] Tahukah Anda Agamanya Napoleon Bonaparte?
Tanggal: Selasa, 30 Desember, 2008, 11:32 AM

nuwun sewu..ikutan nimbrung dkt..
apa ndak khawatir..nanti ada yg tidak berkenan..bukannya ex-pat terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, budaya, dan agama..(klo ga slh..)yang kemudian disatukan dlm sebuah wadah kecil bernama Ex-patigat..
matur nuwun
____________ _________ _________ __
From: yusuf hardiana
Sent: Tuesday, December 30, 2008 10:47:59 AM
Subject: [Ex-PATIGAT] Tahukah Anda Agamanya Napoleon Bonaparte?

Tahukah Anda Agamanya Napoleon Bonaparte?
Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart.
Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Prancis sejak Agustus 1793, seharusnya ia merasa puas dengan segala apa yang telah diperolehnya itu.Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang dan damai.
Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya dihadapan dunia Internasional.
Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya, Kristen ?Berikut penuturannya sendiri yang pernah dimuat dimajalah Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan Singapura.
"I read the Bible; Moses was an able man, the Jews are villains, cowardly and cruel. Is there anything more horrible than the story of Lot and his daughters ?"
"The science which proves to us that the earth is not the centre of the celestial movements has struck a great blow at religion. Joshua stops the sun ! One shall see the stars falling into the sea... I say that of all the suns and planets,..."
"Saya membaca Bible; Musa adalah orang yang cakap, sedang orang Yahudi adalah bangsat, pengecut dan jahat. Adakah sesuatu yang lebih dahsyat daripada kisah Lut beserta kedua puterinya ?" (Lihat Kejadian 19:30-38)
"Sains telah menunjukkan bukti kepada kita, bahwa bumi bukanlah pusat tata surya, dan ini merupakan pukulan hebat terhadap agama Kristen. Yosua menghentikan matahari (Yosua 10: 12-13). Orang akan melihat bintang-bintang berjatuhan kedalam laut.... saya katakan, semua matahari dan planet-planet ...."
Selanjutnya Napoleon Bonaparte berkata :
"Religions are always based on miracles, on such things than nobody listens to like Trinity. Yesus called himself the son of God and he was a descendant of David. I prefer the religion of Muhammad. It has less ridiculous things than ours; the turks also call us idolaters."
"Agama-agama itu selalu didasarkan pada hal-hal yang ajaib, seperti halnya Trinitas yang sulit dipahami. Yesus memanggil dirinya sebagai anak Tuhan, padahal ia keturunan Daud. Saya lebih meyakini agama yang dibawa oleh Muhammad. Islam terhindar jauh dari kelucuan-kelucuan ritual seperti yang terdapat didalam agama kita (Kristen); Bangsa Turki juga menyebut kita sebagai orang-orang penyembah berhala dan dewa."
Selanjutnya :"Surely, I have told you on different occations and I have intimated to you by various discourses that I am a Unitarian Musselman and I glorify the prophet Muhammad and that I love the Musselmans."
"Dengan penuh kepastian saya telah mengatakan kepada anda semua pada kesempatan yang berbeda, dan saya harus memperjelas lagi kepada anda disetiap ceramah, bahwa saya adalah seorang Muslim, dan saya memuliakan nabi Muhammad serta mencintai orang-orang Islam."

Akhirnya ia berkata :"In the name of God the Merciful, the Compassionate. There is no god but God, He has no son and He reigns without a partner."
"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Ia tidak beranak dan Ia mengatur segala makhlukNya tanpa pendamping."
Napoleon Bonaparte mengagumi AlQuran setelah membandingkan dengan kitab sucinya, Alkitab (Injil). Akhirnya ia menemukan keunggulan-keunggul an Al-Quran daripada Alkitab (Injil), juga semua cerita yang melatar belakanginya.
Referensi :
1. Memoirs of Napoleon Bonaparte by Louis Antoine Fauvelet de Bourrienne edited by R.W. Phipps. Vol. 1 (New York: Charles Scribner's Sons, 1889) p. 168-169.Here
2. 'Napoleon And Islam' by C. Cherfils. ISBN: 967-61-0898- 7Here
3. Satanic Voices - Ancient and Modern by David M. Pidcock, (1992 ISBN: 1-81012-03-1) , it states on page 61, that the then official French Newspaper, Le Moniteur, carried the accounts of his conversion to Islam, in 1798 C.EPosted by rH@d!VaHN at 12:35 PM

Jumat, 26 Desember 2008

Akronim itu....


Ditengah serbuan visual sampah dari foto caleg dan bendera partai, yang makin lama makin menekan dan berubah hampir menjadi teror visual, belakangan aku masih bisa sedikit terhibur oleh pengetahuan ttg akronim2 yang jg banyak berseliweran di depan hidung kita.

Selain lembaga pemerintahan, kebiasaan singkat menyingkat juga berlaku untuk tag line suatu daerah.
Solo Berseri..

Pati Mina Tani..
Jogja Berhati Nyaman..
Temanggung Bersenyum..
Cilacap Bercahaya..
trus ada lagi yang beriman, berhiber....
Bergurau [bersih, guyup, rapih, uaman],
Benci [bersih, enak, nikmat, cantik dan indah... lho ini daerah opo restoran]
semuanya adalah singkatan, yang menjadi tidak penting lagi apa kepanjangannya.

Juga untuk menyebut suatu kawasan, yang katanya akan
menjadi suatu kawasan yang unggul dan berkembang;

Bermula dari Jabotabek, eh sekarang Jabodetabek.
Muncul pula Gerbangkertosusila [Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya , Sidoarjo, Lamongan),
yang lagi hampir selesai di pelabuhan perak, ada Suramadu [surabaya madura],
di daerah cimahi mBandung ada Pusdikbekang [pusat pendidikan perbekalan dan angkutan].....
kalo pulang kampung lewat selatan, nglewati rangkaian Barlingmascakeb [Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen].....
arus balik dari blitar ke jkt, kadang lewat Pawonsari Bakulrejo [Pacitan, Wonogiri, Wonosari, Bantul, Kulon Progo, Purworejo],
trus bablas ke ; Joglosemar [Jogja Solo Semarang]....

Kreatifitas ini terus bertumbuh subur ke arah satu sisi. Maksudnya ada aturan2 imajiner yang membatasi untuk tidak berkembang ke arah misalnya ; membalik urutan menjadi Semarang Solo Yogya, disingkat menjadi Semar Loyo....
atau juga Dibalang Sendal [Purwodadi, Batang, Pemalang, Semarang , Kendal]....
atau bahkan Kasur Bosok [Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Solo, Klaten].

lebih saru lagi Susu Mbokde [Surakarta , Sukoharjo, Mboyolali, Kartasura, Delanggu] trus lagi Tanteku Montok [Panjatan, Tegalan, Kulwaru, Temon, Toyan, Kokap]

Bila di Jakarta, dengan tingkat kesibukannya yang menghimpit orang hanya bisa berkreasi seragam dg Citos [cilandak town square], lalu Setos [serpong town square], Jotos [jonggol town square] dan Atos [alam asri town square], maka anak-anak muda Jogja dengan kreatifitas mereka yang absurd itu kemudian memunculkan ;
Amplas untuk Ambarukmo Plaza ,
atau Jakal [Jalan Kaliurang],
Jamal [Jalan Magelang].
Kalau sampeyan sekolah di SMA 6, bisa nyombong kalau sampeyan sekolah di Depazter alias Depan Pasar Terban.

Bahkan, dari pusat kota Jogja, sangat mudah untuk mencapai Paris (Parangtritis) , atau Pakistan (Pasar Kidul Stasiun alias Sarkem), bahkan Banglades (Bangjo Lapangan Denggung Sleman), dan Jerman (jejer Kauman).

Konon dahulu kala waktu sibuk dan histeris milih sekolah setelah SMA, ada beberapa akronim yang masih nyantol di kepala;
Universitas pak Dirman untuk UNPAD,
ITS [institute tinggi sekali] yang kalah pamor dengan ITTS [institute tinggi tinggi sekali]
UBAYA [universitas banyak biaya]..
trus jg IKIP yang waktu itu ganti nama menjadi UPI [Universitas padahal ikip]

Kalo Sampeyan seorang yang enthengan, ringan tangan, suka membantu, ndak pernah menolak untuk dimintai tolong?
Berarti sampeyan layak menyandang nama Willem Ortano, alias Dijawil Gelem Ora Tau Nolak.

Atau kalau sampeyan se profesi dengan saya, yang dodol semoyo dagang janji, pinter omong, jualan obat, meyakinkan orang dengan omongan sampeyan yang nggak karuan bener salahnya, maka jangan marah kalau sampeyan dipanggil sebagai Toni Boster, alias Waton Muni Ndobose Banter.

Senin, 22 Desember 2008

antara Blog, Milis dan Facebook


masih dari amang Mula... mohon ijin ya amang...

Antara Jamuan Cocktail dan Pesta Batak di Gedung Hermina atau Kolpatarin Itu

Oleh: Mula Harahap
Saya adalah anggota yang cukup aktif dari sebuah milis yang mayoritas angotanya adalah orang-orang Batak. (Sebuah milis yang membicarakan tentang Tuhan dan adat "pulak". Bayangkanlah bagaimana gegap-gemptanya). Tapi setelah bertemu dengan Facebook kehadiran saya di milis tersebut memang menjadi kurang intensif. Beberapa kawan saya, anggota milis tersebut, rupanya melihat juga apa yang terjadi atas diri saya, dan mengeluarkan komentar atau guyonannya. Kepada mereka saya mengatakan bahwa ini adalah yang sangat biasa dan manusiawi: Semua orang akan asyik-masyuk dengan "barang baru".
Tapi setelah 2 bulan menjadi anggota Facebook, saya rasa, saya sudah menemukan keseimbangan. Saya sudah tahu kelemahan dan kelebihan Facebook dibandingkan dengan media yang lainnya (milis dan blog).
Facebook itu ternyata adalah media untuk bertegur-sapa. Disebabkan oleh banyaknya feature yang ditawarkan olehnya, maka perhatian orang menjadi terbelah. Orang tidak punya waktu dan tidak suka berkomunikasi secara intens di Facebook.
Kita publikasikan status kita (apa yang sedang kita pikirkan atau rasakan) lewat satu-dua kalimat pendek di atas page kita, lalu kawan-kawan akan menanggapi atau mengomentarinya. Agar ditanggapi, status itu sebaiknya yang ringan-ringan saja ("mula harahap sedang ke gymn dan habis itu mau ke salon….", "mula harahap sedang menikmati secangkir kopi di starbuck….", "mula harahap siap-siap mau bobok"…..dsb).
Jangan lemparkan status yang membuat orang mengernyitkan kening. Seorang kawan saya–dasar seorang filsuf–suka sekali membuat status yang menyerupai sajak Joko Pinurbo. Yah, tentu saja statusnya tak dikomentari orang. Hahahaha….
Ternyata di Facebook foto lebih berbicara daripada tulisan. Karena itu kalau kita punya kamera digital rajin-rajinlah mengambil foto dan men-tag-nya (membuatnya masuk di page kawan-kawan), apalagi mereka yang tampangnya ada di foto tersebut. Saya jamin komentar akan banyak bermunculan.
Saya tak tak memiliki kamera digital, dan–yang lebih parah lagi–tak tahu mengoperasikan kamera digital. Karena itu page saya cenderung "holan hata-hata" ("cuman kata-kara doang"). Yah, tentu saja page itu jadi sepi dari komentar.
Facebook memang memiliki feature bernama "note" yang memungkinkan kita
menaruh tulisan-tulisan yang relatif panjang di page dan men-tag-nya (mengingatkan kawan-kawan tertentu agar membacanya). Tapi seperti yang telah saya jelaskan di atas, orang-orang atau kawan-kawan kita itu tak terlalu tertarik untuk membacanya. Seorang teman saya selalu menaruh tulisan dari blog-nya di Facebook. Tapi tulisan itu sepi tanggapan/komentar. Sementara bila di blog-nya tulisan yang sama selalu banyak mendapat tanggapan/komentar.

Mungkin karena di Facebook identitas seseorang cenderung lebih terbuka dan jelas, maka komunikasi berjalan lebih santun. Di Facebook nyaris tak ada caci-maki. Yang ada ialah saling memuji atau melontarkan guyonan.
Berdasarkan pengalaman 2 bulan mengkutak-katik Facebook, maka saya tiba pada kesimpulan berikut ini:
Facebook (dan media lain yang sejenis seperti Friendster, Multiply dsb) adalah media pergaulan yang agak "sopan" tapi kurang intens. Saya suka membayangkan Facebook seperti sebuah jamuan cocktail. Orang-orang bergerak kesana-kemari dan hinggap disana-sini beberapa saat seperti capung. Orang-orang hanya bertegur-sapa dan bicara hal yang ringan-ringan serta saling bertukar kartu nama.
Kalau kita mau berdiskusi,berdebat dan bertengkar-tengkar maka media yang paling tepat adalah milis. (Dan kita jangan salah, pertengkaran adalah suatu hal yang juga memberi manfaat bagi kesehatan jiwa). Saya suka membayangkan milis (apalagi milis yang membahas tentang politik atau agama) seperti pestanya orang-orang Batak. Ribut, berpanjang-panjang, penuh dengan perdebatan dan pertengkaran, tapi intens. Bahkan, acapkali, "kelewat" intens
Begitulah, setelah 2 bulan "berfacebookria", akhirnya saya–seorang Batak–menemukan sebuah keseimbangan baru:
Saya akan tetap pergi ke jamuan-jamuan cocktail yang bernama Facebook itu. Tapi karena orang yang hadir dalam jamuan-jamuan seperti itu sangat beragam dan tidak selalu sama "adatnya" dengan saya, maka tentu saja saya harus "jaga diri". Saya jangan langsung meminum anggur yang disodorkan itu dalam sekali tenggak. Saya jangan bercakap-cakap dengan suara keras. Saya jangan "mojok" hanya dengan satu atau dua orang tertentu. Saya harus membawa kartu nama. Jangan mencatat nama dan nomor telepon di balik kertas bungkus rokok. Itu tak sopan.
Tapi undangan ke pesta-pesta Batak yang bernama milis itu, tak boleh pula saya tampik. Di sana–sebaliknya–saya jangan terlalu sopan. Itu bukan jamuan cocktail. Kalau pembagian "jambar" daging itu memang tak pantas, saya boleh marah-marah. Kalau saya diminta untuk berbicara–apalagi kalau di perhelatan itu kedudukan saya relatif tinggi–saya boleh bicara berpanjang-panjang dengan suara keras, sampai nanti diingatkan oleh protokol.
Di antara "jamuan cocktail" dan "pesta Batak di Gedung Hermina atau Kolpatarin" itu tentu saja terdapat ruang pribadi atau "rumah" saya. Itulah blog. Di sana saya boleh lebih suka-suka. Mau bernyanyi, mau merepet, mau berdoa, terserah.
Menjadi Batak (atau Jawa, Toraja, Nias dsb) sekaligus menjadi Kristen (atau Islam, Budha, Hindu dsb), menjadi Indonesia, dan menjadi warga dunia sungguh adalah sebuah seni yang harus dipelajari sendiri lewat pengalaman hidup


Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"


Sent not from my BlackBerry®
powered not by Sinyal Kuat INDOSAT

Jumat, 05 Desember 2008

MH : Tentang Anjing Yang Senang Mengencingi Ban Mobil, Blog Ini, dan Saya


tulisan Amang Mula tentang blog nya; "ha..ha.. menarik sekali Amang.."

Tentang Anjing Yang Senang Mengencingi Ban Mobil, Blog Ini, dan Saya

Sudah lama saya memperhatikan tingkah laku anjing terhadap mobil yang sedang diparkir. Kalau ada mobil sedang diparkir, dan di
sekitar mobil itu ada anjing yang berkeliaran, maka anjing tersebut pasti selalu akan mendekat ke salah satu ban, mengendus-endus, lalu—hup—mengangkat salah satu kaki belakangnya, dan mulai mengencingi ban.
Tadinya saya berpikir bahwa anjing tergoda untuk mengencingi ban karena ada kehangatan atau bau tertentu yang memancar dari sana. Tapi setelah berpikir lebih lama datanglah jawaban lain di kepala saya. Boleh jadi anjing sedang memanfaatkan sebuah teknologi baru dalam mengkomunikasikan pesan-pesan kekuasaan, birahi dsb. kepada anjing-anjing lain di luar sana.
Boleh jadi, anjing adalah makhluk yang cerdas dan kreatif. Daripada ia berlelah-lelah berlari di seantero kampung—mengencingi tiang listrik, pot tanaman, tembok jembatan dsb—maka ia cukup mengencingi sebuah obyek lalu memanfaatkan teknologi. Dengan mengencingi sebuah ban mobil, maka kelak, kalau mobil berjalan, pesan-pesan yang disampaikannya akan menyebar ke mana-mana. Tidak saja di seantero kampung, tapi juga di seantero kota. Eksistensinya akan dirasakan oleh anjing-anjing lain dalam lingkup wilayah yang lebih luas.
Kemudian saya berpikir-pikir lagi: Inovasi ban terhadap anjing sebenarnya tak jauh berbeda dengan inovasi internet (terutama blog)
terhadap saya. Daripada petentang-petenteng di seantero kampung untuk menyatakan eksistensi, dengan risiko, bisa ditempeleng orang, maka kini saya saya cukup memanfaatkan teknologi komputer.
Memang, saya bukan anjing. Tak perlulah saya mengangkat salah satu kaki saya dan mengangkangi komputer. Dan tak perlu jugalah saya mengkomunikasikan pesan-pesan kekuasaan dan birahi ke dunia luar sana. (Saya bisa ditempeleng orang). Tapi saya bisa menekan tuts komputer—klik, klik, klik—dan menyampaikan pesan-pesan yang lebih beradab sesuai dengan kodrat saya.
Itulah tujuan dari blog. Dia adalah sarana saya untuk menyampaikan pikiran dan perasaan tentang berbagai hal yang saya lihat dan alami di kehidupan ini kepada orang-orang di luar sana.
Dan karena saya manusia, bukan anjing, maka tujuan saya "mengencingi" blog tentu saja bukan untuk membuat "jantan-
jantan" lain di luar sana menyingkir dari saya, atau "betina-betina" lain di luar sana tunduk pada keinginan saya. (Memangnya
saya ini siapa?)
Tujuan saya yang pertama ialah ingin berbagai hal-hal yang mengganggu pikiran dan perasaan. Dan di negara porak-poranda yang
bernama Indonesia ini banyak sekali hal yang mengganggu pikiran dan perasaan. Dengan menuangkan berbagai hal yang mengganggu pikiran dan perasaan, ketimbang hanya memendamnya sendiri, serta membaginya dengan orang lain, maka paling-tidak saya bisa memelihara kewarasan jiwa saya.
Tujuan saya yang kedua ialah mencari kawan. Setelah membaca pikiran dan kegelisahan saya ini, maka saya berharap ada orang di luar sana yang mau memberi tanggapan, berdiskusi dan akhirnya membina perkawanan.
Dan tujuan yang ketiga ialah membangun makam di dunia maya. Beberapa waktu yang lalu saya mendampingi seorang teman untuk menziarahi makam kekasihnya yang telah meninggal beberapa tahun lalu. "Ini hari ulang tahunnya. Tak enak kalau saya tak berziarah," kata teman saya.
Tapi perjalanan berziarah ke sebuah makam di Jakarta ternyata bukanlah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Dari mulai pinggir jalan hingga ke makam kita berhadapan dengan aneka tukang palak.Dan belum lagi, kalau musim penghujan, makam penuh dengan lumpur dan nyaris tak bisa dilalui. Saya pikir, kalau nanti saya mati, saya tak mau membuat orang merasa terbeban dan repot. Saya mau dikremasi saja dan—whush—abu jenazah saya silakan dibuang. Kalau para kekasih hati saya ingin menziarahi makam saya maka mereka tak perlu berurusan dengan para tukang palak dan lumpur yang tebal. Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini[].

Mula Harahap..


Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"

Sent not from my BlackBerry®
powered not by Sinyal Kuat INDOSAT

Hidup yang berat?

Jika saya mendengar sesorang mengeluh, "Hidup ini berat", maka saya selalu tergoda untuk bertanya, "Dibandingkan dengan apa?"
Sydney J. Harris

Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"


Jangan biarkan aku berdoa..

Janganlah biarkan aku berdoa agar terlindung dari bahaya; tapi biarlah aku menghadapinya dengan tak gentar.
Janganlah biarkan aku memohon agar kepedihanku dihilangkan; tapi biarlah aku diberi semangat untuk menaklukkannya.
Janganlah biarkan aku mencari sekutu dalam pertempuran hidup; tapi biarlah aku mencari kekuatanku sendiri.
Janganlah biarkan mengharap agar diselamatkan, tapi biarlah aku mengharap kesabaran untuk memenangkan kemerdekaanku.
Buatlah aku agar jangan menjadi pengecut, yang mengharapkan belas kasihmu hanya dalam keberhasilanku. Tapi biarlah aku mencari genggaman tanganmu di dalam kegagalanku.

Rabindranath Tagore


Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"

Kamis, 04 Desember 2008

Tengok sisi terang


"Selalu lihatlah pada sisi yang terang: saat fajar tengok ke timur, kala senja longok ke barat.."


...masih dari cak Amal..
Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"

Sent not from my BlackBerry®
powered not by Sinyal Kuat INDOSAT

Do'a


Ya Allah, apabila kemiskinan dekat dengan kekufuran, limpahi kami dengan rezeki yang memudahkan kami bersyukur kepada-Mu.


dari : www.plurk.com by cak Amal.... suwun Cak, you're inspiring...

Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"

Sent not from my BlackBerry®
powered not by Sinyal Kuat INDOSAT

Senin, 01 Desember 2008

Kupang di Jember....


Ini adalah tampak depan sodara-sodara...
letaknya pas dijalan kecil depan alun2 kota Jember [sebelah d/h bank exim]
Ini adalah food that you must try before die....
Luar biasa... Ngangeni.... Superb......

Lihatlah perpaduan yang pas dengan antara ke tiga elemen utama ini; kupang, sate kerang dan es/hangat jeruk nipis. Ketiganya saling melengkapi tanpa ada pretensi sedikitpun untuk menjadi lebih dominan dan menarik satu dibanding yang lainnya.



Dan..... save the best for last... disaat lontongnya sudah bermukim aman diperut kita dengan ditemani oleh beberapa tusuk sate kerang, maka dipiringmu akan tersisa kupang yang sudah benar2 mix dengan bumbu petisnya.... hhmmmm.... kalo boleh memilih makanan apa yang layak disajikan di Shangrilla, maka no doubt, I vote for these.....





m a r t u m i . . .



Ini adalah restoran atau warung makan Martumi di Blitar.
Mungkin sebenarnya lebih cocok disebut dapur Martumi.
Karena memang mereka fokus hanya memasak didapur, tanpa arrangement yang cukup untuk menyambut tamu yang datang.

Tapi rasanya sungguh luar biasa.....
Pedasnya..., kau tau pedasnya kawan...? Tabasco di botol kecil2 itu yang kau bilang mahal dan yahud....? Jauh sekali kawan... bak langit dan bumi..
Campuran Gurih santan dan legit bumbu lengkap sangat pas dan tidak menyisakan sedikitpun ruang di lidah yang tidak terbuai oleh harmoninya....
Dan yang membuat itu semua menjadi sangat hebat adalah, bahwa semua itu dibuat seperti orang sedang main-main, sedang bersenang-senang.... tanpa target yang memburu, jadwal yang menghantu... masih sangat banyak sekali tersisa ruang dan waktu untuk beramah-ramah dengan setiap yang datang.. untuk tetap menikmati nikmatnya memperoleh nikmat....

-maaf gak ada data detail tempat dan harganya, krn sy sendiri gak paham betul ttg 2 hal tsb-


Buku Pelajaran Tempo Doeloe....

Masih ada yang punya buku2 ini....?
 
ha..ha..ha... kiriman dari Ucup-Jember. Tq Cup..

 
Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"
 
Sent not from my BlackBerry®
powered not by Sinyal Kuat INDOSAT


PHK

kata pak Reinald di kompas hari ini ; kalo teman anda di PHK itu pertanda resesi, kalo anda kena PHK itu namanya depresi...

Hari ini aku belum depresi sih.... tapi udah ngrasain pertanda resesi...
Dan sungguh, rasanya bener2 gak nikmat....

Sabar Mid, be strong..
He always have His own plan... really... what we should to do is just try to understand it.

ps : wiuh... udah 3 hari ini kurang tidur euy...

Rabu, 26 November 2008

Iklan depag yang bodoh itu... Haji kita yang sulit dan mahal itu..


Beberapa hari ini bete liat iklan depag ttg penyelenggaraan haji.


"Karena sudah niat, maka semakin besar tantangannya, semakin besar barakahnya" kata bapak tua yang kyai haji dari MUI itu..


"makin jauh makin mahal, makin banyak pahala yang kita dapatkan...." sambung model iklan dg baju ihramnya untuk lebih meyakinkan..


Sangat kelihatan betapa kurang pintarnya pejabat dan KH dari depag dan MUI itu..


Apa yang dituju dengan iklan tsb?

Agar masyarakat bersemangat dan tidak putus asa ditengah sulit dan buruknya pelayanan haji dari tahun ke tahun?

Agar rakyat mengapresiasi kerja depag dan memaklumi betapa setiap tahun harta dan air mata mereka dibuat bancakan oleh birokrat2 itu?

Agar audience percaya bahwa kita sudah sedemikian bodoh sehingga kerja keras dan pikiran maksimal dari tim haji INDONESIA, hanya mampu menggelar pelayanan setingkat itu dengan biaya setinggi itu?


Padahal pak Kyai, padahal pak Mentri, kita sudah putus harapan dengan anda dan segala macam task force dan program2nya..

Kami sudah dalam tingkatan tidak menuntut apapun dan berharap "Gusti ingkang mboten sare" akan membalas semua effort dan apa yang anda ambil dari kami dengan seadil-adilnya.


Jadi anda tinggal diam saja dan meneruskan apa yang anda semua perbuat kepada kami, dan kami akan menerimanya dengan ikhlas.. dengan sabar.. apapun alasan dan penjelasan pribadi kami masing2. Mungkin karena kebodohan kami, keikhlasan kami, kesabaran kami, ketidak berdayaan kami, dan segala macam apa yang kami punya..


Iklan itu tidak mengubah apapun dari hal diatas, kecuali makin memperburuk keadaan. Menjejalkan kotoran ke mulut kami yang sudah penuh dengan hal2 buruk yang sama sekali tidak kami perlukan.


Mungkin ini generalisasi yang menurut anda sekalian kasar dan kejam. Tapi saya baru tahun kemarin menjalaninya sendiri. Tahu bagaimanan saudara kami dari Malaysia, dari Thailand, India, dan dari negara2 lain diperlakukan dan melakukan ibadah ini.

Kalau ibadah ini diartikan sebagai ujian dari kesabaran dan keihklasan dari sudut pandang yang sangat primitif, maka SELAMAT.... anda sekalian telah berhasil menyelenggarakan dengan standard dan maqam yang sangat2 tinggi.

Jika memang demikian, saya usul tahun depan kita gerak jalan massal aja dari Indonesia tercinta lewat rute darat dan laut sampai Makkah Almukarromah... atau anda semua bikin peraturan untuk jalan jongkok setiap dari penginapan sampai masjid tujuan. Itu akan lebih susah, lebih sukar dan meningkatkan pahala kami masing2 ketaraf yang -menurut iklan anda itu- paling tinggi.....


Islam itu...

Islam itu tidak menyakiti siapa-siapa
Islam itu kalau ada paku ditengah jalan dipinggirkan
Islam itu adalah kalau ada barang mubazir didaya gunakan
Islam adalah tidak mengganggu tetangga
Islam adalah tangan ini tidak boleh nganggur, kaki tidak boleh nganggur, tidak boleh ada barang mubazir
Malas itu makruh hukumnya, tidak boleh ada malas, pikiran harus cerdas dipakai terus, tangan kaki bekerja terus berkeringat.
Islam itu tidak gampang curiga, gampang su'udhon dan gampang marah
Kalau petani, Islam adalah memelihara kesuburan tanah, jangan terus menerus ditanami
Kalau tukang ojek, Islam adalah jadikan penumpangmu merasa aman kalau menaiki ojekmu.
Kalau anda jualan di toko atau warung, Islam adalah orang yang beli itu merasa aman dan percaya pada apa yang anda jual.

[dr Maiyah KC]


Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"


Sent not from my BlackBerry®
powered not by Sinyal Kuat INDOSAT

Selasa, 25 November 2008

Al-ra'd [13]:28



Now surely by Allah's rememberance are the hearts set at rest...


Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"


Sent not from my BlackBerry®
powered not by Sinyal Kuat INDOSAT

Bali bomber as syuhada...??


dari Yahoo's email..

on Wednesday Thu Nov 20 beni wrote....

Saya cuma cemas, dengan ulasan dibawah, dengan segala macam wangi, bidadari dan burung2 terbang rendah... di maknai dengan ;
"ayo kita buat bom sebanyak dan sebesar-besarnya. ..
kita ledak dan lantak kan semua liyan.. semua orang yang lain dari kita...
karena sesungguhnya kitalah pewaris tunggal kebenaran dari sumber maha benar.."

Karena sepanjang yang saya tahu, tanda dan perlambang adalah hal dengan segala kemungkinan pemahaman yang akan berlain-lainan bergantung dari segi pandangnya.
Sebagaimana perlambang jahat sewaktu Cak Nur meninggal dengan muka bengkak dan hitam yang dimaknai dengan azab dan kesakitan menjelang wafat. Padahal jelas2 bila sedikit meluangkan waktu untuk membaca, bahwa siapapun manusia, akan mati dg kondisi yang sama bila mengalami siriosis akut sebagaimana yang dialami cak Nur.Tanpa memandang dosa dan pahala yang memang bukan wewenang sesama manusia untuk menilainya.

Ngintip di wikipedia, jenazah Joseph Stalin malah tersenyum anggun dg kumis baplangnya yang rapi di musolium kremlin. Indah sekali sampai saking indahnya bisa dinikmati karena diselubungi peti kaca.
Dan engkoh Mou .. sampai saat ini juga rapi jali dengan setelan revolusi hitam-hitamnya dan -tentu- senyum anggun dan sikap ngapurancangnya yg sempurna... yang orang takzim membungkuk untuk menghormati jasadnya....

Ah.. alangkah fananya tanda2..
alangkah menakutkannya perasaan telah menemukan dan menjadi benar...

Tuhanku... kalau ternyata engkau adalah tuhan dari orang2 yang tidak merasa bersalah melakukan perbuatan2 keji semacam itu.. . aku sepertinya tidak bisa turut...aku akan berhenti sejenak... dan bermenung kembali mengenai semua hubungan kita.

Beni SutRisno
"happiness is an option. you can live in it every day"

Sent not from my BlackBerry®

powered not by Sinyal Kuat INDOSATBeni SutRisno

--- Pada Rab, 19/11/08, Bang_Said <http://id.mc766.mail.yahoo.com/mc/compose?to=saidurrohman%40gmail.com> menulis:

Dari: Bang_Said <http://id.mc766.mail.yahoo.com/mc/compose?to=saidurrohman%40gmail.com>
Topik: Re: [Ex-PATIGAT] Fw: Misteri Tanda Syahid Amrozi Cs Terkuak
Kepada: mailto:ex-patigat@yahoogro
Tanggal: Rabu, 19 November, 2008, 10:43 AM

Sepertinya dari www.muslimdaily. net masSyuhada atau Teroris?Wallahualam. ..

Pada tanggal 19/11/08, Muhammad Agung menulis:

>> Sumbernya darimana nih ??>> 'Syahid' ?>>

Rgds,>> Agung>>

____________ _________ _________ __>

From: ex-patigat@yahoogro ups.com
[mailto:> ex-patigat@yahoogro ups.com ] On Behalf Of> Sulistiono>
Sent: 18 Nopember 2008 20:08>
To: ex-patigat@yahoogro ups.com ; Achmad> Firdaus; arif.munandar@ gt-tires. com ; idham>
Subject: [Ex-PATIGAT] Fw: Misteri Tanda Syahid Amrozi Cs Terkuak>> Misteri Tanda Syahid Amrozi Cs Terkuak>>
Jum'at, 14-11-2008 10:58:12 WIB>>

Merekapun tetap tersenyum
>> Tiada kata yang terucap melainkan kalimat takbir, Allahu Akbar, atas> kondisi jenasah ketiga syuhada Bali. Betapa tidak, ketiga syuhada tersebut> sangat jelas menampakkan tanda-tanda sebagai syahid seperti yang biasa> ditemui di kancah peperangan, meski mereka 'tidak sedang berperang' melawan> musuh Islam.>> Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Kantor Berita Islam> Muslimdaily. net mendapat ijin dari pihak keluarga, yang diwakili oleh Bp.> Ali Fauzi, untuk mempublikasikan photo dua mujahid Bali yakni Amrozi dan> Ust. Mukhlas. Bp Ali Fauzi berpesan agar photo ini disebarluaskan untuk> memberikan bukti nyata atas misteri dan polemik yang terjadi ke atas Mujahid> Bali, terutama Syuhada Tenggulun, terkait status mereka, apakah mati syahid> atau tidak. Disamping itu memberikan hikmah nyata kepada seluruh kaum> Muslimin bahwa perjuangan Islam yang mereka lakukan benar-benar ikhlas untuk> tingginya kalimat Allah, dan bukan sekedar untuk aksi pamer.>> Sebagaimana syuhada yang gugur dalam medan jihad, photo kedua syuhada> Tenggulun terlihat tersenyum dengan barisan gigi yang terlihat rapi. Apalagi> yang terjadi dengan Amrozi. Senyuman khas "The Smiling Bomber" yang seiring> dengan kedua mata yang terbuka, terlihat seakan-akan bertemu dengan sesuatu> yang membuat kagum. Mungkin sepasang bidadari yang menyambut ramah.>> Kondisi tak jauh berbeda terjadi dengan jenasah Ust. Mukhlas. Ulama yang> jago berorasi ini memperlihatkan senyuman dengan mata yang juga terbuka.> Wajah bersih pun menjadi pertanda yang lain. Wajah bersih yang juga dimiliki> oleh sang "Mujahid Hacker," Imam Samudera alias Abdul Azis. Imam> memperlihatkan wajah tampan dan bersih, persis dengan kondisi Ust. Mukhlas.>> Disamping analisis photo ketiga Mujahid Bali tersebut, keterangan dari> lapangan makin memperkuat bukti bahwa ketiga pelaku aksi jihad tersebut> adalah para Mujahidin, mereka telah memiliki niat yang tulus dan menemui> kematian sebagai seorang syuhada. Berikut adalah bukti dan persaksian dari> lapangan.>> 1. Salah satu pelayat yang kebetulan ikut hadir di kediaman Hj. Tariyem> adalah Ust. Abdul Rachim Ba'asyir. Menyaksikan bahwa ketika keranda jenasah> masuk dan kain penutup keranda dibuka, sontak tercium bau wangi yang> menyebar ke seluruh ruangan. Kejadian ini sempat membuat keheranan para> pelayat, karena didalam ruangan yang sempit tersebut udara sangat pengap dan> pengunjung berjubel dalam satu ruangan. Bila merupakan wangi dari minyak> wangi, tak akan mampu mengalahkan bau badan para pengunjung dan tidak akan> dapat memberikan aroma dengan kadar wangi yang sama." Allahu Akbar. Itu> bukan bau minyak wangi. Bukan. Tapi bau wangi dari asy syahid," kata beliau.>> 2. Selain itu, masih menurut Ust, Abdul Rachim, ketika kain penutup wajah> dari Ust. Mukhlas di buka, terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di> bagian muka. Kondisi yang sama yang terjadi dengan mereka yang masih hidup> dan dalam kondisi kegerahan. Seakan Ust. Mukhlas merasakan kegerahan yang> sama yang dengan kegerahan yang dialami oleh para pelayat beliau.>> 3. Sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional, seperti detik.com,> nampak jelas terlihat fenomena datangnya tiga burung hitam di atas kediaman> syuhada. Ketiga burung ini jelas bukan burung Gagak seperti yang banyak> diberitakan di media, karena memiliki leher yang panjang. Mereka datang> begitu saja berputar-putar selama kurang lebih tujuh menit, dan kemudian> pergi berpencar. Dua burung hitam terbang ke arah Timur, mereka> merepresentasikan diterimanya amalan jihad Ust Mukhlas dan Amrozi, dan satu> burung hitam terbang ke Barat, sebagai pertanda syahid atas diri 'Mujahid> Hacker' Imam Samudera. Fenomena datangnya burung hitam ini sempat membuat> suasana haru dengan teriakan takbir para pelayat.>> 4. Seperti penuturan adik kandung Imam Samudera, Lulu Jamaludin, kakaknya> menampakkan keanehan ketika akan dimasukkan dalam liang lahat. Bau wangi> juga tercium dari jenasah Imam. Selain itu luka bekas tembakan peluru tajam> terus menerus mengalirkan darah segar. Aliran darah ini keluar seperti yang> terjadi dengan seseorang yang masih hidup ketika terluka. Masih menurut Lulu> juga, wajah kakaknya lebih bersih dan tampan dari biasanya.>> 5. Kabar terakhir baru saja diterima oleh salah satu kru muslimdaily. net.> Beberapa hari yang lalu, tepatnya tiga hari setelah pemakaman Amrozi dan> Ust. Mukhlas, keluarga Hj. Tariyem meminta beberapa orang untuk menjaga> makam. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan menjaga hal-hal yang tidak> diinginkan. Beberapa diantara mereka yang ikut jaga adalah Sumarno, Baror,> Rosyidin, Mashudi dan beberapa santri pondok Al Islam Tenggulun Lamongan.> Mereka mengatakan mencium bau wangi keluar dari dalam kubur (makam). Bau> wangi yang sama saat mereka pertama kali membuka kain penutup jenasah> syuhada. Namun, bau wangi ini bukan seperti bau dari minyak wangi yang biasa> mereka pakai atau dipakai oleh orang kebanyakan.>> Jelas sudah keterangan yang diberikan Allah s.w.t. lewat kebesaran-Nya.> Meski banyak pihak yang membantah, memberikan suara sumbang, dan menggalang> opini massa untuk memojokkan status para Mujahid Bali, serta membuat makar> melalui kaki tangan aparat pemerintah, namun Allah berkehendak lain. Dan> siapakah sebaik-baik pembuat makar ? (far/MD)>

Senin, 24 November 2008

K U M O N



Rumi ; " Yah.. aku boleh gak les matematika.. karena si Aldit itu hebbaaaat banget matematikanya di kelas"

Setelah muter2, browsing2, sakamoto, sempoa, bla..bla...bla.. akhirnya kita pilih KUMON...
start dari level 4A di KUMON Banjar..

At least disamping sholat, ada hal lain yang membuat Rumi belajar tentang rutinitas dan mengerjakan dengan sepenuh hati hal2 yang tidak sepenuhnya di sukainya.

Kacamata Rumi yang baru

Garfield akhirnya patah dan gak bisa dibenerin lagi...
Terpaksa ganti kacamata baru.. [lumayan secara Didi aja setahun3-4 kali ganti]

Sekarang pake kids warna biru...
Sebenernya pengen pake jatahnya tante Arti [sayang drpd gak kepake'] tapi karena ribet gak sempet2 ngurus akhirnya merogoh kantong ayah dalam2....
Udah sebulan ini umurnya.... lumayan awet gak baret2 amat....
Eh punya ayah jg baru... pengen Tag Heuerr.. tapi gak kebeli.. ya udah beli plesetannya 700 rebu...

B 7059 JM

Akhirnya ditarik juga company car nya......
Setelah HZ, VD by Hawke... lanjut ke AZ, WW by Silvy Kheng.. finally I have to bought by my own...

Pengen Great Corolla - tapi kok sedan....?, ada Feroza murah - tapi kok boros......?, nge deal panther 2007 [67 jt] - hampir jadi sih......, akhirnya pas muter di shinta untuk bayar DP di ATM BCA malah ketemu mobil yang sebenernya gak dijual dan akhirnya dilepas 69 jt [2008].
Lumayan... masih mulus luar dalam dan yang paling penting mesin masih kering.


Cuma odometernya sih udah worn out, cuma pintu nya agak ngadat2... , cuma tape nya gak mau on, cuma headliningnya yang belakang agak sobek... cuma air regulatornya agak patah2..
Selain itu sihh... oks bangeetttt.....

Pindahan Rumah...

Kita sekarang sudah di Modernland...
Pindahan hari Minggu tanggal 26 Oktober 08 dengan 2 ekor panther [WW dan Panther Ijo nya Tomid] ...
Pindahan totalnya hari Kemis malem Jumat i Jumat 31 Oktober 2008.. dengan Box nya PP.. [1 supir, 1 kenek, 1 navigator, 12 orang security.... thank's guys...]

Hari Minggunya 2 November 08 detasemen Zeni bebenah untuk nanem pohon dan bikin temporary stepping di belakang.

Penghuni ke pertama untuk Cordoba dan ke tiga untuk Navara..

Whhaaa.... ternyata repot ya pindahan itu... costly lagi.... mana harus mulai miara JM...... mana lagi krisis global [order fading away dan market nya sedang jongkok, orang2 di lay off, gelombang 2 nanti staff jg keseret-seret]

Tapi gak papa enak kok.... sekarang gak usah rebutan kamar mandi.... sekarang gak usah kembung2 dikipasi semaleman...... sekarang gak usah berantem kalo lagi ada tamu yang parkir mobil didepan rumah.... sekarang ngrawat karena ngrasa rumah sendiri...... sekarang Alhamdulillah akhirnya bisa punya rumah..... :)



Selasa, 09 September 2008

Gundam untuk Gundam......







Inilah dia sodara - sodara....



Inilah STRIKE FREEDOM GUNDAM......


apaaaaaa....?? yaaaa...... benar STRIKE FREEDOM GUNDAM......


Yang telah lama dinanti nantikan.....


Ayo - ayo.... nikmatilah... datanglah berduyun-duyun...


saksikan kehebatannya...


lihatlah kedahsyatannya....

(terima kasih Om danang.....)